Rabu, 01 Februari 2017
Perjalanan Pertama sang Putri Pertama
Rabu, 21 Oktober 2015
Welcome to KL
Sabtu, 23 Agustus 2014
PINDAHAN PART III
Alhamdulillah bini'mati tatimmushalihat.
Hari ini saya menuju Kost Kak Alfianto, tujuannya tidak lain tidak bukan adalah mengambil barang-barang yang tertinggal. Yg paling utama dari semua barang tersebut adalah sandal. Sejak hari libur sabtu pekan lalu, sy hanya bisa mengandalkan sandal jepit untuk jalan kemana-mana (kecuali weekdays), terpaksa baju harus menyesuaikan dengan sandalx. Peralatan mandi sebenarnya boleh ditinggal, tapi, saya lihat dulu kondisinya jika program nyantrend weekend sudah mulai berjalan.
Saya berangkat dengan transjakarta dari halte matraman 2. Haltenya belum menggunkan e-ticket padahal saat ini saya sudah punya 2 e-ticket yaitu flash BCA dan BRIZZI. Alhamdulillahnya lagi, saya berangkat pukul 6.15 jadi cukup bayar Rp. 2.000,-
Minggu, 21 April 2013
Bermajelis dengan Fadhilatus Syaikh Prof Dr. Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr hafizahullahuta'ala
Alhamdulillahibini'mati tatimmushalihat.
Jika tahun lalu saya hanya bisa mendengar muhadharah dari Syaikh Abdurrozzaq dari rekaman ceramah, maka segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami, 37 orang Praja IPDN Kampus Cilandak bisa menghadiri muhadharah Syaikh tersebut.
Kami berangkat dari kampus kami di Ampera Raya dengan bis BNPP pada pukul 06.30. Sedikit terlambat dari rencana semula yaitu pukul 06.00 karena ada sejumlah kendala teknis seperti masalah kendaraan. Oleh karena itu saya menasehatkan kepada semua pelaksana kegiatan agar senantiasa melakukan konfirmasi, re konfirmasi dan memastikan semua berjalan dengan baik sebelum tiba pada waktu pelaksanaannya.
Walaupun beberapa dari kami harus bergantian berdiri dan duduk namun kami yakin bahwa setiap usaha akan dinilai oleh Allah dengan ganjaran yang terbaik.
Wa anna laysa lil insani illa ma sa'a. Wa anna sa'yahu sawfa yura.
Dan manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan sesungguhnya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).
Saat kami tiba di Jalan yang memisahkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. Bis kami bergerak sangat lambat. Merayap bersamaan dengan ratusan kendaraan lainnya. Hingga kami tiba di tempat parkir dan mulai untuk berjuang mendapatkan tempat terdekat kepada Syaikh.
Sudah dimaklumi ketika seorang Syaikh besar hadir di Indonesia maka antum harus bersiap-siap dengan masjid yang penuh sesak oleh jamaah. Sampai tulisan ini diterbitkan belum ada pengumuman resmi dari panitia tentang jumlah jamaah yang hadir.
Rabu, 17 April 2013
Motangnga Fishing From The Sky (Part 1)
Visit Indonesia version on Motangnga Berburu Ikan dari Langit
This article is translated by Muhammad Zulkifli underlicense from the author Muhammad Ridwan Alimuddin
Sabtu, 16 Februari 2013
Marayama The Last Pakkacaping
Kamis, 07 Februari 2013
BANK MANDIRI = BASERDA (BANK SERBA ADA)
Sabtu, 01 Mei 2010
UTS Ilmu Hukum SIAPPPPPPP
Hukum adalah peraturan yang mengatur tingkah laku manusia sehingga dapat disimpulkan unsure-unsur hukum antara lain :
a. Peraturan tingkah laku manusia
b. Dibuat oleh badan yang berwenang
c. Bersifat memaksa walaupun tidak dapat dipaksakan
d. Disertai sanksi yang tegas
VAN APELDOORN, TDK MUNGKIN MEMBERIKAN SUATU DEFINISI TENTANG HUKUM YG KOMPREHENSIF, KARENA HUKUM CAKUPANNYA LUAS
BAHWA HUKUM YG BANYAK SEGINYA & MELIPUTI SEGALA MACAM HAL YG MENYEBABKAN TDK MUNGKIN ORANG MEMBUAT SUATU DEFINISI APA SEBENARNYA HUKUM ITU
Hukum dalam arti sempit adalah hukum ketika masyarakat mentaati dan menerapkannya terhadap anggotanya sendiri dan hukum secara universal adalah hukum alam.
2. Mengapa hukum itu penting?
Dis-order-kacau balau- berlaku yang kuat memangsa yang lemah. Thomas Hobbes mengatakan homo homini lupus yang artinya manusia adalah serigala bagi manusia lainnya sehinggamenimbulkan chaos. Fitrah manusia adalah mendambakan kedamaian, ketertiban dan kemakmuran. Suasana kacau balau (dis order) sehingga di antara manusia ada yang berinisiatif untuk membentuk kelompok untuk mengadakan aturan agar tertib (order) – diperdebatkan-kesepakatan—adanya aturan yang mengikat mereka (masyarakat yang bersangkutan sebagai sebuah kontrak social (social contract) aturan yang dipelihara, dhormati dan ditegakkan menjadilah hukum kebiasaan, hukum adat-perkembangan kemudian – maka nilai yang universal tadi diangkat dan diadopsi menjadi hukum yang lebih tinggi yaitu hukum Negara. Dalam bentuk perundang-undangan
3. Tuliskan 3 aturan mengenai aturan perundang-undangan di Indonesia !
TAP MPRS No XX tahun 1966 tentang sumber tertib hukum.
a. UUD 1945
b. TAP MPR/MPRS
c. UU
d. PP
e. Perpres
TAP MPR No III/MPR/2000 tentang bentuk dan tingkat peraturan perundang-undangan
a. UUD 1945
b. UU
c. Perpu
d. PP
e. Perpres
UU No 10 Tahun 2004 tentang peraturan perundang-undangan
a. UUD 1945
b. UU/Perpu
c. PP
d. Perpres
e. Perda
Peraturan perundang-undangan adalah adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga Negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum.
4. Jelaskan pengertian hukum tertulis dan hukum tidak tertulis!
Hukum tidak tertulis adalah hukum yang tumbuh dan berkembang dan dipertahankan dengan kesadaran hukum masyarakatnya. Karena peraturan-peraturan ini tidak tertulis dan tumbuh kembang, maka hukum tidak tertulis memiliki kemampuan menyesuaikan diri dan elastis.
Contoh Hukum tidak tertulis tersebut adalah :
1. Adat istiadat dan kebiasan yang berlaku secara turun temurun
2. Norma Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan YME
3. Norma yang berlaku umum di masyarakat
4. Norma kesusilaan
5. Kebiasaan, dll
Hukum tertulis adalah peraturan yang mengatur tingkah laku manusia yang dituangkan dalam bentuk tertulis serta diarsipkan sebagai hukum yang baku.
Jumat, 30 April 2010
UTS EKOLOGI PEMERINTAHAN
Ini soal dan jawaban kisi-kisi UTS tapi masih ada beberapa yang belum lengkap. Jawabannya diambil dari materi presentasiKalau teman-teman merasa ada jawaban yang lebih lengkap tolong di kirim lewat komentar atau hubungi langsung ke orangnya.
Semoga bermanfaat.
1. Jelaskan pengertian dan ruang lingkup ekologi pemerintahan!
Konsep ekologi (ecology) berasal dari kata gerik oikos (rumah) dan logos (pengetahuan). Ekologi merupakan cabang dari Biologi. Secara leksikografi ekologi didefinisikan sebagai cabang biologi berurusan dengan hubungan-hubungan antara organisme dan lingkungan merekaSecara sosiologi ekologi didefinisikan sebagai cabang sosiologi berkaitan dengan jarak dan saling ketergantungan orang dan lembaga.
Ekologi Pemerintahan dapat difenisikan sebagai cabang ilmu pemerintahan yang mempelajari pengaruh lingkungan ruang dan waktu terhadap pemerintahan, baik sebagaimana adanya (das sein) maupun sebagaimana diharapkan (das sollen).
Ruang Lingkup Ekologi Pemerintahan
Nilai-nilai lingkungan (ruang dan waktu) yang ditransfer, dipertukarkan, atau ditransformasikan dari lingkungan ke bidang pemerintahan, searah atau timbal balik adalah energi dari lingkungan fisik diwujudkan melalui iptek, suara (vote, dukungan legitimasi) dari lingkungan social diwujudkan dalam bentuk demokrasi dan dalam arti tertentu, rahmat dari lingkungan transedental (Tuhan YME) yang diwujudkan dalam bentuk imtak.
2. Jelaskan konsep Pemerintah dan Pemerintahan dan mengapa pemerintahan itu perlu!
Pemerintahan adalah gejala sosial yang tak terhindarkan dan ada dimanapun;
Pemerintahan, lahir sebagai kebutuhan manusia;
Pemrintahan, merupakan organisasi paling tua dimuka bumi;
Pemerintah, merupakan organisasi yang dikendalikan oleh seseorang, sekelompok orang, bahkan banyak orang;
Pemerintah, merupakan satu-satunya organisasi yang memiliki otoritas istimewa;
Pemerintah, merupakan organisasi yang memperoleh otoritas tertentu dari Tuhan dan orang banyak;
Pemerintah, adalah sekelompok orang yang melakukan tugas pemerintahan sebagai wujud dari kontrak sosial;
Pemerintah, sebagian orang yang memiliki kewajiban menjalankan amanah orang banyak ke arah tujuan yang disepakati;
Pemerintahan, adalah proses dimana sekelompok orang yang memiliki kepercayaan mengelola kehidupan kolektif untuk mencapai tujuan bersama secara nyaman dan wajar;
Pemerintahan, merupakan proses interaksi antara sekelompok orang yang memerintah dengan sekelompok orang yang diperintah dalam mencapai tujuan bersama.
Pemerintah menjalankan tugas jasa publik dan layanan civil;
Pemerintah adalah personifikasi konkrit dari pengelolaan suatu negara;
Pemerintah dalam arti luas adalah keseluruhan cabang kekuasaan yang dibagi dalam bentuk eksekutif, legislatif dan yudikatif;
Pemerintah dalam arti sempit adalah eksekutif saja;
Pemerintah menunjukkan badan, organisasi, institusi, lembaga sebagai pelaksana proses pemerintahan;
Pemerintahan menunjukkan proses interaksi oleh badan2 pemerintah dengan masyarakat.
3. Jelaskan mengenai Good Government dan Good Governance dan pengaruhnya terhadap ekologi pemerintahan!
Konsep good government
Berdasarkan praktek pemerintahan di berbagai negara ditengarai adanya “bad government”, yang ditandai dengan banyaknya korupsi, kolusi, nepotisme, yang membuat negara mengarah ke kebangkrutan. Oleh karena itu, diperlukan konsep baru mengenai cara berpemerintahan yang baik (good government).
konsep good governance
*Menurut World Bank, Governance diartikan sebagai ‘the way state power is used in managing economic and social resources for development society’. Dengan demikian,
governance adalah cara, yaitu cara bagaimana kekuasaan negara digunakan untuk mengelola sumberdaya2 ekonomi dan sosial guna pembangunan masyarakat.
*UNDP, mengartikan governance sebagai ‘the exercise of political,economic, and administrative authority to manage a nation’s affair at all levels’. Kata governance, diartikan sbg penggunaan/ pelaksanaan, yakni penggunaan kewenangan politik, ekonomi dan administratif untuk mengelola masalah2 nasional pada semua tingkatan.
4. Jelaskan ciri-ciri pokok bad goverment dan good government!
Bad Government
Lamban dan bersifat reaktif
Arogan
Korup
Birokratisme
Boros
Bekerja secara naluriah
Enggan berubah
Kurang berorientasi pada kepentingan publik
Good Government
Proaktif
Ramah dan Persuasif
Transparan
Mengutamakan proses dan produk
Proporsional dan profesional
Bekerja secara sistemik
Pembelajaran sepanjang hayat
Menempatkan stakeholder & shareholder ditempat utama
5. Jelaskan pengaruh ekologi pemerintahan
Pengaruh ekologi terhadap pemikiran sosial politik di eropa berasal dari penekanan pada pemikiran di abad 18 dan 19 tentang kemampuan manusia untuk berubah dan menggapai kesempurnaan (perfectibility). Montesquieu menisbahkan peran signifikan pada faktor iklim dan geografis dalam membentuk diversitas kultural dan sosial dan variasi bentuk-bentuk pemerintahan.
Menurut Klitgaard (2000), korupsi terjadi karena :
Corruption = Discretion + Monopoly - Accountability
Defenisi Administrasi Publik
ADMINISTRASI
Secara etimologis, administrasi adalah : melayani, mengendalikan, melaksanakan, membantu, menerapkan, memenuhi, menyelenggarakan, mengarahkan, mengelola, mendayagunakan, menghasilgunakan, menjalankan, mengemudikan, mengatur, mengurus, mengusahakan
PUBLIK Berasal dari bahasa Inggris public yang berarti umum, masyarakat atau negara. Kata publik itu sendiri mempunyai arti sejumlah manusia yang memiliki kebersamaan berpikir, perasaan, harapan, sikap, dan tindakan yang benar dan baik berdasarkan nilai-nilai norma yang mereka miliki (Inu Kencana Syafiie “Ilmu Administrasi Publik”)
Birokrasi Maximilliam Weber
Birokrasi
Birokrasi berasal dari kata bureaucracy, suatu organisasi yang memiliki rantai komando berbentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah daripada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi administrasi
dan militer
Birokrasi
Suatu konsep sosiologi dan sains politik yang merujuk pada bagaimana cara pemerintah melaksanakan dan membuat peraturan-peraturan yang sah secara sosial.
Ciri Penting Birokrasi (Max Weber)
Organisasi ditetapkan berdasarkan hubungan yang ditetapkan dalam bentuk jabatan;
Tujuan organisasi diuraikan dalam bentuk tugas yang dibagi pada jabatan sebagai suatu kewajiban formal;
Kewenangan untuk melaksanakan kewajiban diberikan melalui jabatan yang diemban;
Garis kewenangan dan jabatan diatur berdasarkan hierarkhi;
Berdasarkan sistem dan aturan yang bersifat umum dan tegas;
Prosedur bersifat formal dan impersonal;
Sikap dan prosedur merupakan suatu sistem disiplin dalam organisasi;
Anggota organisasi harus dapat memisahkan dengan jelas antara kepentingan pribadi dan organisasi;
Rekruitmen berdasarkan kecakapan teknis;
Kenaikan jabatan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja;
Relevansi Positif
Hirarkhis;
Kecakapan teknis;
Anti Nepotisme;
Kejelasan tugas dan jabatan;
Sistem formal yang jelas
Relevansi Negatif
Sistem sentralized;
Senioritas;
Bersifat tertulis;
Miskin pertimbangan moral/kemanusiaan;
Ketiadaan pertimbangan hubungan organisasi dengan masyarakat.
Organisasi (M.Weber)
Sekelompok orang yang terbiasa mematuhi perintah para pemimpinnya dan yang tertarik pada kelanjutan partisipasi mereka dan keuntungan yang dihasilkan, yang membagi diantara mereka praktek-praktek dari fungsi tersebut yang siap melayani untuk praktek mereka.
Organisasi (Dwight Waldo)
Struktur hubungan kekuasaan dan kebiasaan orang-orang dalam suatu sistem administrasi
Organisasi (Wexlwy & Yulk)
Pola kerjasama antara orang-orang yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu
Organisasi (Stephen Robinson)
Kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuag batasan yang relatif dapat diidentifikasi , yang bekerja atas dasar relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Pengantar Ilmu Administrasi Publik
Materi UTS
ADMINISTRASI PUBLIK SEBELUM WILSON/ ADMINISTRASI PUBLIK SEBELUM MENJADI DISIPLIN ILMU
1. Plato ( The Laws ) masa yunani Kuno membagi administrasi kedalam tiga cabang Pengawas Kota, Pengawas agora, dan Pengawas tempat ibadah serta menggambarkan tugas dan kewajiban, bagaimana menentukan jumlah serta proses seleksinya
2. Aristoteles ( Politics ) / ( On Athennian Constituon ) menambahkan satu jenis pengawasan lagi pengawas daerah pedalaman
3. Marchiavelli ( The Prince ) Administrasi sebagai pelayan publik yang membantu negara
4. Montesquieui ( The Spirit of Laws) Administrasi sistem regulasi dalam penerapan hukum melalui pedoman-pedoman operasional
5. Rosseau ( The Sosial Contract )bahwa ketika negara semakin besar beban administrasi akan menjadi besar dalam mendukung berlangsungnya negara
6. Vivien ( Etudes administratives ) ada dikotomi antara administrsi dan politik, Fungsi eksekutif dibagi dua yaitu fungsi politik ( membuat kebijakan / aturan ) dan administrasi ( yang menjalankan aturan/kebijakan )
7. Hegel ( the Philosophy Of Rights ) Administrasi sebagai pelayan publik fungsi sebagai “ buffer “ dalam melawan tirani
KESIMPULAN :
BAHWA BERDASARKAN TULISAN KUNO ( JAUH SEBELUM WILSON ) ADMINISTRASI PUBLIK SUDAH GENCAR DIPERSOALKAN
ADMINISTRASI PUBLIK MENJADI DISIPLIN ILMU
Pada perkembangan Administrasi sebagai disiplin Ilmu mengalami beberapa proses pergantian cara pandang.
Menurut Nicholas Henry ( publicAdministration and public affairs ) menyatakan terdapat krisis definisi administrasi dalam administrasi negara dan lebih jauh Henry menyarankan bahwa pemahaman administrasi bisa dipahami lewat paradigma
Henry mengutip pendapat Robert T. Golembiewski Bahwa standart disiplin ilmu mencakup Locus dan Focus
ADMINISTRASI PUBLIK MENJADI DISIPLIN ILMU
Locus adalah letak/kelembagaan dari administrasi berada,
sedangkan focus adalah sasaran spesialisasi dari bidang studi.
Paradigma I : Dikotomi Politik-Administrasi (1900-1926)
Frank J Goodnow dan Leonard D White dalam bukunya Politics and Administration menyatakan dua fungsi pokok dari pemerintah yang berbeda:
1)fungsi politik yang melahirkan kebijaksanaan atau keinginan negara,
2)fungsi Administrasi yang berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan negara.
Penekanan pada Paradigma ini terletak pada Locusnya, menurut Goodnow Locusnya berpusat pada ( government Bureucracy ) birokrasi Pemerintahan.
Sedangkan Focusnya yaitu metode atau kajian apa yang akan dibahas dalam Administrasi Publik kurang dibahas secara jelas
Administrasi negara memperoleh legitimasi akademiknya lewat lahirnya Introduction To the study of Public Administration oleh Leoanrd D White yang menyatakan dengan tegas bahwa politik seharusnya tidak ikut mencampuri administrasi, dan administrasi negara harus bersifat studi ilimiah yang bersifat bebas nilai.
Paradigma II: Prinsip-Prinsip Administrasi Negara (1927-1937)
Di awali dengan terbitnya Principles of Public Adminisration karya W F Willoughby. Pada fase ini Administrasi diwarnai oleh berbagai macam kontribusi dari bidang-bidang lain seperti industri dan manajemen, berbagai bidang inilah yang membawa dampak yang besar pada timbulnya prinsip-prinsip administrasi,
Prinsip-prinsip tersebut yang menjadi Focus kajian Administrasi Publik
sedangkan Locus dari paradigma ini kurang ditekankan karena esensi prinsip-prinsip tersebut, dimana dalam kenyataan bahwa bahwa prinsip itu bisa terjadi pada semua tatanan, lingkungan, misi atau kerangka institusi, ataupun kebudayaan, dengan demikian administrasi bisa hidup dimanapun asalkan Prinsip-prinsip tersebut dipatuhi.
Pada paradigma kedua ini pengaruh manajemen Kalsik sangat besar Tokoh-tokohnya adalah :
F.W Taylor yang menuangkan 4 prinsip dasar yaitu ; perlu mengembangkan ilmu manajemen sejati untuk memperoleh kinerja terbaik ; perlu dilakukan proses seleksi pegawai ilmiah agar mereka bisa tanggung jawab dengan kerjanya ; perlu ada pendidikan dan pengembangan pada pegawai secara ilmiah ; perlu kerjasama yang intim antara pegawai dan atasan ( prinsip management ilmiah Taylor )
Kemudian disempurnakan oleh Fayol ( POCCC ) dan Gullick dan Urwick ( Posdcorb )
Paradigma III Administrasi Negara Sebagai Ilmu Politik (1950-1970)
Menurut HERBERT SIMON ( The Poverb Administration ) Prinsip Managemen ilmiah POSDCORB tidak menjelaskan makna “ Public” dari “public Administration “ menurut Simon bahwa POSDCORB tidak menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh administrator publik terutama dalam decision making. Kritik Simon ini kemudian menghidupkan kembali perdebatan Dikotomi administrasi dan Politik
Kemudian muncullah pendapat Morstein-Mark ( element Of Public Administration yang kemudian kembali mempertanyakan pemisahan politik san ekonomi sebagai suatu hal yang tidak realistik dan tidak mungkin
Kesimpulannya Secara singkat dapat dipahami bahwa fase Paradigma ini menerapkan suatu usaha untuk menetapkan kembali hubungan konseptual antara administrasi saat itu, karena hal itulah administrasi pulang kembali menemui induk ilmunya yaitu Ilmu Politik, akibatnya terjadilah perubahan dan pembaruan Locusnya yakni birokrasi pemerintahan akan tetapi konsekuensi dari usaha ini adalah keharusan untuk merumuskan bidang ini dalam hubungannya dengan focus keahliannya yang esensial. Terdapat perkembangan baru yang dicatat pada fase ini yaitu timbulnya studi perbandingan dan pembangunan administrasi sebagi bagian dari Administrasi negara.
Paradigma IV: Administrasi Negara Sebagai Administrasi (1956-1970)
Istilah Administrative Science digunakan dalam paradigma IV ini untuk menunjukkan isi dan focus pembicaraan, sebagai suatu paradigma pada fase ini Ilmu Administrasi hanya menekankan pada focus tetapi tidak pada locusnya,
ia menawarkan teknik-teknik yang memerlukan keahlian dan spesialisasi, pengembangan paradigma ke-4 ini bukannya tanpa hambatan, banyak persoalan yang harus dijawab seperti misal adalah apakah jika fokus tunggal telah dipilih oleh administrasi negara yakni ilmu administrasi, apakah ia berhak bicara tentang public (negara) dalam administrasi tersebut dan banyak persoalan lainnya.
Paradigma V: Administrasi Negara sebagai Administrasi Negara (1970)
Pemikiran Herbert Simon tentang perlunya dua aspek yang perlu dikembangkan dalam disiplain AN:
1)Ahli AN meminati pengembangan suatu ilmu Administrasi Negara yang murni
2)satu kelompok yang lebih besar meminati persoalan-persolan mengenai kebijaksanaan publik.
Lebih dari itu administrasi negara lebih fokus ranah-ranah ilmu kebijaksanaan (Policy Science) dan cara pengukuran dari hasil- hasil kebijaksanan yang telah dibuat, aspek perhatian ini dapat dianggap sebagi mata rantai yang menghubungkan antara fokus administrasi negara dengan locusnya. Fokusnya adalah teori-teori organisasi, public policy dan tekhnik administrasi ataupun manajemen yang sudah maju, sedangkan locusnya ialah pada birokrasi pemerintahan dan persoalan-persoalan masyarakat (Public Affairs).
Selain Pendapat Henry diatas banyak tokoh yang punya sudut pandang berbeda dalam mebjelaskan perkembangan Ilmu Administrasi Publik
Gerald E. Caiden membagi Administrasi Publik dalam beberapa aliran :
Aliran Proses POSDCORB sebagai proses Administrasi publik
Aliran Empiris Kasus dan studi parktek
Aliran perilaku Komunikasi, motivasi, Kepemimpinan, interaksi, Konflik
Alliran analisis birokrasi _ peraturan / aturan yang rasional ( weber )
Aliran Sistem sosial sistem organisasi
Aliran Pengambilan keputusan
Aliran matematik
Aliran pendekatan holistik
Barzelay dan Armajani Mengemukan bahwa administrasi publik mengalami pergeseran dari paradigma birokratik ke paradigma Post Birokratik
Paradigma Birokratik :
Menekankan kepentingan publik, efisiensi, administrasim dan kontrol
Mengutamakan fungsi, otoritas, dam struktur
Ketaatan aturan dan prosedur
Beroperasinya sistem-sistem
Paradigma Post Birokratik :
Menekankan hasil yang berguina bagi nasyrakat, kualitas dan nilai produksi, keterikatan pada norma
Mengutamakan pemberian penilaian masyrakat, akuntabilitas dan hubungan kerja
Penerapan pemahaman, identifikasi maslah
Pengukuran hasil, memperluas pilihan pelanggan
LIMA MODEL ADMINISTRASI PUBLIK


D. Osborn dan T Gaebler dan dioperasionalkan Osborn dan Plastrik Pemerintahan yang katalistik , memberdayakan, semangat kompetisi, beriorientasi pada misi, mementingkan hasil bukan cara, mengutamakan pelanggan, wirausaha, antisipatif, dan desentralistik, dan berorientasi pasar
Era New Public Administration ( J. V. Denhard ) dalam “ New Public service Melayani warga masyrakat bukan pelanggan; Mengutamakan kepentingan Publik ; Lebih menghargai warga negara bukan kewirausahaan, berfikir strategis dan bertindak demokratis, menyadari akuntabilitas bukan suatu yang mudah, melayani dari pada mengendalikan, menghargai orang buka produktivitas semata
Ciri Administrasi Negara
Aministrasi Negara adalah suatu kegiatan yang tidak bisa dihindari (Unavoidable),
titik tekannya yang mendasar adalah dalam hubungannya antara negara dan masyarakat bersifat pasti, lain halnya dengan hubungan masyarakat dengan institusi Privat (swasta) yang bersifat temporary(sewaktu-waktu)
2. Administrasi Negara mempunyai Monopoli untuk menggunakan wewenang dan kekuasaannya
Negara Mempunyai kewenangan untuk memaksakan kehendaknya pada masyarakat untuk menciptakan Kepatuhan terhadap Hukum, Kekuasaan untuk melaksanakan Paksaan dipahami sebagai (coercive power),
administrasi negara merupakan penjelamaan dari hal tersebut dan diwujudkan dalam lembaga-lembaga negara seperti kepolisian, Kehakiman, dll
3. Administrasi Negara Mempunyai Prioritas
Administrasi negara mengandung tanggung jawab moral untuk mensejahtrakan masyarakat, karena itu administrasi negara mempunyai prioritas dalam memberikan arahan ataupun pelayanannya.
4.Administrasi Negara mempunyai Ukuran yang tidak terbatas
Diamana terdapat lingkupan masyarakat dalam negar yang meliputi batasan teritorial suatu negara, disitu akan terdapat administrasi negara.
5. Top mangement dari Administrasi Negara bersifat Politis.
Birokrasi merupakan suatu organisasi publik yang dipimpin oleh pejabat Pilihan publik dan bersifat Non karier, mereka dipilih berdasarkan periode waktu tertentu. Hal ini dipahami merupakan pembedaan yang sangat mendasar dari organisasi publik dan Privat.
6. Pelaksanaan Administrasi negara relatif sulit diukur
administrasi negara merupakan institusi publik yang bertujuan melayani masyarakat maka tujuan-tujuan administrasi negara dapat dipahami yaitu untuk mencapai perdamain dan peningkatan kualitas kehidupan pada semua tatanan negara,
karena tingkat kompleksitas yang tinggi dan tujuan-tujuan tersebut juga bersifat politis dan multitafsir maka AN menjadi relatif sulit untuk diukur .
