Alhamdulillah
Tulisan sebelumnya sebenarnya terinspirasi dari sebuah kejadian menggemaskan, menjengkelkan atau memalukan yang terjadi beberapa malam yang lalu. Yang menjadi TKPnya adalah tempat wudhu di musholla kami. Waktu itu ada Sosialisasi di aula dan kami diarahkan shalat isya terlebih dahulu. Secara otomatis karena acara bersifat sedikit resmi so, pasti mushalla kami menjadi ramai dan terjadi penumpukan di tempat wudhu.
Saya yang memang tahu dan terlibat langsung dalam pembersihan tempat wudhu di belakang mushalla tentu saja berinisiatif untuk menyarankan agar sebagian teman-teman yang mengantri ini bisa diarahkan ke belakng agar mempercepat mobilisasi.
Namun apa yang terjadi, setelah izin secara darurat dan mengumumkannya. Seorang yang menurut saya tidak selayaknya melakukannya mematahkan saya dan mempermalukan saya di khalayak ramai. Dia menuduh saya telah melakukan insubordinasi serta meniadakan sama sekali potensi saya untuk meraih amal yang lebih banyak. Entah apa kesudahannya namun karena kakakku sudah menceritakan hal yang sama terjadi di Surah Luqman maka sayapun mencoba mengambil hikmahnya.
Minggu, 18 April 2010
Gak semua yang loe lakuin itu dianggap benar.....
Alhamdulillah
Al Quran memang selalu benar. Dalam surah Luqman diceritakan kisah Luqman dan anaknya yang membawa keledai namun selalu dinilai salah orang lain. Di kampong A mereka mengatakan anaknya durhaka karena membiarkan ayahnya menuntut keledai lantas anaknya di atas keledai. Di kampong B orang tuanya dianggap tidak menyayangi anaknya karena membiarkan anaknya menuntun keledai. Di kampong C kemudian tak satupun dari mereka yang naik di atas keledai dan mereka dianggap orang bodoh karena tidak memanfaatkan si keledai. Lalu si Bapak bernasihat kepada anaknya bahwa sekalipun yang anda lakukan itu benar namun belum tentu dinilai benar oleh orang lain.
Ketika anda melakukan suatu kerja dakwahpun maka bukan tidak mungkin apa yang telah anda lakukan mendapat koreksi yang bermacam-macam dan dari sumber mana saja. Anda mungkin mendapat koreksi mulai dari orang yang memang tidak suka dengan dakwah, orang yang sekuler, orang yang menganggap anda terlalu over sibuk, sampai dari kalangan aktivis dakwah sendiripun mungkin yang berbeda manhajnya.
Namun kadangkala, koreksi yang dilakukan oleh mereka yang memang mengerti tentang aktivitas dakwah bersifat membangun untuk pengembangan program selanjutnya. Koreksi seperti inilah yang saya butuhkan. Bukan koreksi yang menjatuhkan wibawa dan semangat saya di depan umum karena hanya sedikit kesalahan hirarki.
Konsep hirarki yang mengharuskan seorang bawahan meminta izin atas segala tindak tanduknya itu mungkin dalam keaadaan darurat bisa hilang dan ketika keaadaan darurat sudah berlalu maka ramai-ramailah orang menuntut pertanggungjawaban dari si pengguna keaadaan darurat.
Al Quran memang selalu benar. Dalam surah Luqman diceritakan kisah Luqman dan anaknya yang membawa keledai namun selalu dinilai salah orang lain. Di kampong A mereka mengatakan anaknya durhaka karena membiarkan ayahnya menuntut keledai lantas anaknya di atas keledai. Di kampong B orang tuanya dianggap tidak menyayangi anaknya karena membiarkan anaknya menuntun keledai. Di kampong C kemudian tak satupun dari mereka yang naik di atas keledai dan mereka dianggap orang bodoh karena tidak memanfaatkan si keledai. Lalu si Bapak bernasihat kepada anaknya bahwa sekalipun yang anda lakukan itu benar namun belum tentu dinilai benar oleh orang lain.
Ketika anda melakukan suatu kerja dakwahpun maka bukan tidak mungkin apa yang telah anda lakukan mendapat koreksi yang bermacam-macam dan dari sumber mana saja. Anda mungkin mendapat koreksi mulai dari orang yang memang tidak suka dengan dakwah, orang yang sekuler, orang yang menganggap anda terlalu over sibuk, sampai dari kalangan aktivis dakwah sendiripun mungkin yang berbeda manhajnya.
Namun kadangkala, koreksi yang dilakukan oleh mereka yang memang mengerti tentang aktivitas dakwah bersifat membangun untuk pengembangan program selanjutnya. Koreksi seperti inilah yang saya butuhkan. Bukan koreksi yang menjatuhkan wibawa dan semangat saya di depan umum karena hanya sedikit kesalahan hirarki.
Konsep hirarki yang mengharuskan seorang bawahan meminta izin atas segala tindak tanduknya itu mungkin dalam keaadaan darurat bisa hilang dan ketika keaadaan darurat sudah berlalu maka ramai-ramailah orang menuntut pertanggungjawaban dari si pengguna keaadaan darurat.
Jumat, 16 April 2010
Terlahir kembali
Alhamdulillah
Setelah 6 bulan vakum dari dunia blog walaupun sempat ada beberapa tulisan yang bersifat dadakan atau insidental dipastikan sang blogger akan kembali ke dunianya. Hal ini terjadi karena sang blogger atu istilah klo di twitter yang belum juga diurusnya adalah NewBIE tanggal 21 nanti akan kembali mendapatkan laptopnya yang sudah dipakai selama mengenal yang namanya blog.
keberadaan wi-fi di kampus IPDN Makassar juga menjadi faktor pendukung akan updatenya tulisan-tulisan yang berisi berbagai informasi dan cerita-cerita terkini dari penulis.
Blogger ini juga akan mencoba memperbaiki beberapa tampilan blog dan mencoba mempromosikannya. Beberapa yang perlu diibah antara lain tampilan blog, beberapa widget utamnya widget kalender hijriah yang sudah rusak karena out of date.
untuk publikasi, bloogger akan mencoba berbagai cara mulai dari publikasi dari mulut- ke mulut maupun media lain seperti facebook.
Semoga rencana ini bisa terwujudkan dan tidak menemui kendala yang berarti
Setelah 6 bulan vakum dari dunia blog walaupun sempat ada beberapa tulisan yang bersifat dadakan atau insidental dipastikan sang blogger akan kembali ke dunianya. Hal ini terjadi karena sang blogger atu istilah klo di twitter yang belum juga diurusnya adalah NewBIE tanggal 21 nanti akan kembali mendapatkan laptopnya yang sudah dipakai selama mengenal yang namanya blog.
keberadaan wi-fi di kampus IPDN Makassar juga menjadi faktor pendukung akan updatenya tulisan-tulisan yang berisi berbagai informasi dan cerita-cerita terkini dari penulis.
Blogger ini juga akan mencoba memperbaiki beberapa tampilan blog dan mencoba mempromosikannya. Beberapa yang perlu diibah antara lain tampilan blog, beberapa widget utamnya widget kalender hijriah yang sudah rusak karena out of date.
untuk publikasi, bloogger akan mencoba berbagai cara mulai dari publikasi dari mulut- ke mulut maupun media lain seperti facebook.
Semoga rencana ini bisa terwujudkan dan tidak menemui kendala yang berarti
Tengga Tengga Lopi
Alhamdulillah.
Tengga-tengga lopi
lopinna yanakodha
anakodha di panja'ja
dipanja'ja uluanna
uluanna lepa-lepa
lepa-lepa lambang liwang
lambang liwang di lallute
mappadottong tinja'na
pole a' pole a liwang
natoana ma' do'mai
tedomg lotong takke tandu
apa moka dha maande
Tengga-tengga lopi
lopinna yanakodha
anakodha di panja'ja
dipanja'ja uluanna
uluanna lepa-lepa
lepa-lepa lambang liwang
lambang liwang di lallute
mappadottong tinja'na
pole a' pole a liwang
natoana ma' do'mai
tedomg lotong takke tandu
apa moka dha maande
Selasa, 15 Desember 2009
Menteri Kelautan Dan Perikanan SAMBUTAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN SELAKU KETUA UMUM PANITIA PERINGATAN HARI NUSANTARA KE-10 TAHUN 2009
Alhamdulillah, untuk tugas
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua,
Tanah air kita, Indonesia adalah sebuah bentangan benua maritim suatu
kawasan laut yang ditebari pulau-pulau. Oleh karenanya kita menyebut
Indonesia sebagai negara kepulauan. Wilayah laut kita membentang seluas
5,8 juta Km2, terdiri dari 3,1 juta Km2 luas laut kedaulatan, sedangkan 2,7 juta
Km2 merupakan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif. Panjang garis pantai sekitar
95,181 km. Secara keseluruhan wilayah laut Indonesia mencapai 75,3% dari
total wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.
Posisi Indonesia yang diapit oleh dua benua Asia dan Australia, dan dua
lautan yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik menjadikan posisi
Indonesia sangat strategis baik dari segi geopolitik maupun geoekonomi.
Semakin meningkatnya peran Asia Timur dalam perekonomian dunia maka
armada kapal niaga yang melintasi perairan Indonesia semakin banyak. Oleh
karena itu kita harus menyikapi perkembangan arus jaman. Kita harus berpaling
ke laut karena laut merupakan habitat kita yang sebenarnya dan masa depan
kita berada di laut.
Kita layak berterima kasih pada gerakan reformasi di Indonesia pada
sebelas tahun yang lalu. Gerakan tersebut telah membangkitkan kesadaran dan
membuka wawasan kita tentang pentingnya sektor kelautan untuk kesejahteraan
rakyat. Melalui kelautan kita mampu membangun perekonomian nasional yang
tangguh. Dari sektor kelautan ini sedikitnya ada tujuh kegiatan ekonomi yaitu:
perikanan, wisata bahari, pertambangan bawah laut, transportasi laut, bangunan
kelautan, industri kelautan, dan jasa kelautan yang akan menggerakkan kegiatan
ekonomi yang tangguh itu berarti membangun sistem pertahanan yang kokoh
bagi negara kesatuan Republik Indonesia.
Tanggal 13 Desember 2009 adalah hari Nusantara sebagai hari Nasional
resmi walaupun tidak merupakan hari libur, sesuai Keputusan Presiden RI
Nomor 126 Tahun 2001. Hari Nusantara perlu kita peringati melalui suatu
upacara bendera, baik di semua instansi pusat maupun daerah. Ini untuk
mengingatkan bahwa kita adalah bangsa bahari dan merupakan negara
kepulauan. Pengakuan sebagai negara kepulauan bukan sesuatu yang mudah
tapi buah dari perjuangan yang panjang. Sejarah telah mencatat pada tanggal 13
Desember 1957, Pemerintah Indonesia saat itu di bawah kepemimpinan
Presiden Soekarno dengan gagah berani menyatakan kepada dunia
internasional tentang Kedaulatan Republik Indonesia yang mencakup wilayah
laut teritorial (pedalaman) adalah bagian tidak terpisahkan dari wilayah daratan.
Saudara-saudara yang terhormat,
Jika saja tidak ada “Deklarasi Djoeanda”, yang diumumkan pada tanggal 13
Desember 1957 tersebut, maka wilayah laut Indonesia hanya di sekitar pulaupulau,
sejauh tiga mil dari pantai. Artinya, di antara pulau-pulau Indonesia
terdapat laut Internasional, siapa saja boleh masuk. Pulau-pulau kita saling
terpisah, padahal laut adalah jalan kita. Ini akan membahayakan kedaulatan,
persatuan dan kesatuan bangsa.
Ir. H. Djoeanda, Perdana Menteri pada waktu itu dengan pandangan yang
visioner dan sikap gagah berani mengumumkan kepada dunia, bahwa laut kita
tidaklah sebatas itu, sebagaimana telah diatur dalam Territoriale Zee Maritiem
Kringen Ordonantie 1939 (Ordonansi tentang Laut Teritorial dan Lingkungan
Maritim). Ir. H. Djoeanda, bersama Menteri-menteri menyatakan bahwa demi
keamanan dan kesatuan, laut Indonesia adalah berada di sekitar, di antara, dan
di dalam kepulauan negara Republik Indonesia. Deklarasi tersebut pada
hakekatnya berisi konsepsi negara nusantara (nusa-antara).
Deklarasi Djoeanda menggemparkan masyarakat internasional dan tidak
langsung diterima oleh dunia. Amerika Serikat dan Australia yang merupakan
negara daratan menentangnya. Namun melalui perjuangan yang gigih dengan
diplomasi yang panjang dan alot, akhirnya konsepsi negara nusantara tersebut
diterima dan ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut Internasional, United
Nations Convention on the Law Of the Sea (UNCLOS) 1982.
Dengan diterimanya prinsip-prinsip wilayah laut negara kepulauan
(nusantara) tersebut, wilayah laut Indonesia bertambah luas, akibatnya
kekayaannya pun bertambah. Lebih penting lagi, wilayah Indonesia menjadi
bulat dan utuh tidak terpisah-pisah. Mensyukuri dan memperingati saja kiranya
tidak cukup. Kita harus berbuat yang lebih produktif dan bijaksana
memanfaatkan karunia pemberian Tuhan Y.M.E berupa negara kepulauan. Ada
tiga agenda ke depan yang harus segera dilakukan. Pertama membuat
Kebijakan Kelautan Nasional (National Ocean Policy) yang payung hukum dan
roadmap untuk arah pembangunan nasional sektor kelautan; Kedua menyiapkan
Kebijakan Ekonomi Kelautan Nasional (National Ocean Economic Policy),
kebijakan ini merupakan roadmap yang menuntun penggunaan dan
pemanfaatan Ocean Resources (sumberdaya kelautan) yang didedikasikan
untuk kepentingan nasional yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan
rekyat; dan ketiga adalah Tata Kelola yang baik untuk kelautan (Ocean
Governance). Ocean Governance ini merupakan panduan atau code of conduct
dalam pengelolaan kelautan secara holistik.
Peringatan hari Nusantara tahun ini mengambil tema: “ Laut Sebagai
Ruang Hidup dan Ruang Juang Bangsa Indonesia Untuk Kesejahteraan
Rakyat.” Dengan tema ini memaknai kita bahwa laut nusantara dapat dijadikan
sebagai pilar utama ekonomi bangsa. Dalam kesempatan ini saya ingin
mengajak segenap bangsa Indonesia menatap ke depan, di mana terdapat
peluang bagi kita untuk mewujudkan suatu cita-cita besar, sebagai suatu negara
yang kuat, maju dan mandiri di bidang Kelautan.
Saudara-saudara sekalian,
Kita sadari bersama, bahwa masyarakat pesisir dan kelautan dikategorikan
sebagai masyarakat miskin. Olehnya Departemen yang saya pimpin, untuk 5
tahun ke depan telah merumuskan suatu visi, yaitu: “INDONESIA PENGHASIL
PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN TERBESAR 2015”. DKP mengemban
misi “MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT KELAUTAN DAN PERIKANAN”.
DKP selama lima tahun ke depan program kerjanya lebih fokus pada upaya
untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia umumnya, dan khususnya bagi
para pemangku kepentingan di laut dan perikanan.
Saudara-saudara yang berbahagia,
Melalui peringatan Hari Nusantara tahun ini, saya mengajak kepada
semuanya; untuk dijadikan momentum untuk lebih maju ke depan melalui
kelautan. Marilah kita jaga keutuhan NKRI agar dapat berjaya, bermartabat,
duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan negara-negara terkemuka di
dunia. Jadikanlah masyarakat dan bangsa Indonesia makmur dan sejahtera.
Dirgahayu Nusantara, Jaya Indonesiaku.
Sekian dan terima kasih.
Wassalammualaikum warramatullahi wabarokatuh.
Jakarta, 13 Desember 2009
Menteri Kelautan dan Perikanan
Selaku Ketua Umum Panitia
Peringatan Hari Nusantara Tingkat Nasional Ke-10
Tahun 2009
ttd
Fadel Muhamad
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua,
Tanah air kita, Indonesia adalah sebuah bentangan benua maritim suatu
kawasan laut yang ditebari pulau-pulau. Oleh karenanya kita menyebut
Indonesia sebagai negara kepulauan. Wilayah laut kita membentang seluas
5,8 juta Km2, terdiri dari 3,1 juta Km2 luas laut kedaulatan, sedangkan 2,7 juta
Km2 merupakan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif. Panjang garis pantai sekitar
95,181 km. Secara keseluruhan wilayah laut Indonesia mencapai 75,3% dari
total wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.
Posisi Indonesia yang diapit oleh dua benua Asia dan Australia, dan dua
lautan yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik menjadikan posisi
Indonesia sangat strategis baik dari segi geopolitik maupun geoekonomi.
Semakin meningkatnya peran Asia Timur dalam perekonomian dunia maka
armada kapal niaga yang melintasi perairan Indonesia semakin banyak. Oleh
karena itu kita harus menyikapi perkembangan arus jaman. Kita harus berpaling
ke laut karena laut merupakan habitat kita yang sebenarnya dan masa depan
kita berada di laut.
Kita layak berterima kasih pada gerakan reformasi di Indonesia pada
sebelas tahun yang lalu. Gerakan tersebut telah membangkitkan kesadaran dan
membuka wawasan kita tentang pentingnya sektor kelautan untuk kesejahteraan
rakyat. Melalui kelautan kita mampu membangun perekonomian nasional yang
tangguh. Dari sektor kelautan ini sedikitnya ada tujuh kegiatan ekonomi yaitu:
perikanan, wisata bahari, pertambangan bawah laut, transportasi laut, bangunan
kelautan, industri kelautan, dan jasa kelautan yang akan menggerakkan kegiatan
ekonomi yang tangguh itu berarti membangun sistem pertahanan yang kokoh
bagi negara kesatuan Republik Indonesia.
Tanggal 13 Desember 2009 adalah hari Nusantara sebagai hari Nasional
resmi walaupun tidak merupakan hari libur, sesuai Keputusan Presiden RI
Nomor 126 Tahun 2001. Hari Nusantara perlu kita peringati melalui suatu
upacara bendera, baik di semua instansi pusat maupun daerah. Ini untuk
mengingatkan bahwa kita adalah bangsa bahari dan merupakan negara
kepulauan. Pengakuan sebagai negara kepulauan bukan sesuatu yang mudah
tapi buah dari perjuangan yang panjang. Sejarah telah mencatat pada tanggal 13
Desember 1957, Pemerintah Indonesia saat itu di bawah kepemimpinan
Presiden Soekarno dengan gagah berani menyatakan kepada dunia
internasional tentang Kedaulatan Republik Indonesia yang mencakup wilayah
laut teritorial (pedalaman) adalah bagian tidak terpisahkan dari wilayah daratan.
Saudara-saudara yang terhormat,
Jika saja tidak ada “Deklarasi Djoeanda”, yang diumumkan pada tanggal 13
Desember 1957 tersebut, maka wilayah laut Indonesia hanya di sekitar pulaupulau,
sejauh tiga mil dari pantai. Artinya, di antara pulau-pulau Indonesia
terdapat laut Internasional, siapa saja boleh masuk. Pulau-pulau kita saling
terpisah, padahal laut adalah jalan kita. Ini akan membahayakan kedaulatan,
persatuan dan kesatuan bangsa.
Ir. H. Djoeanda, Perdana Menteri pada waktu itu dengan pandangan yang
visioner dan sikap gagah berani mengumumkan kepada dunia, bahwa laut kita
tidaklah sebatas itu, sebagaimana telah diatur dalam Territoriale Zee Maritiem
Kringen Ordonantie 1939 (Ordonansi tentang Laut Teritorial dan Lingkungan
Maritim). Ir. H. Djoeanda, bersama Menteri-menteri menyatakan bahwa demi
keamanan dan kesatuan, laut Indonesia adalah berada di sekitar, di antara, dan
di dalam kepulauan negara Republik Indonesia. Deklarasi tersebut pada
hakekatnya berisi konsepsi negara nusantara (nusa-antara).
Deklarasi Djoeanda menggemparkan masyarakat internasional dan tidak
langsung diterima oleh dunia. Amerika Serikat dan Australia yang merupakan
negara daratan menentangnya. Namun melalui perjuangan yang gigih dengan
diplomasi yang panjang dan alot, akhirnya konsepsi negara nusantara tersebut
diterima dan ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut Internasional, United
Nations Convention on the Law Of the Sea (UNCLOS) 1982.
Dengan diterimanya prinsip-prinsip wilayah laut negara kepulauan
(nusantara) tersebut, wilayah laut Indonesia bertambah luas, akibatnya
kekayaannya pun bertambah. Lebih penting lagi, wilayah Indonesia menjadi
bulat dan utuh tidak terpisah-pisah. Mensyukuri dan memperingati saja kiranya
tidak cukup. Kita harus berbuat yang lebih produktif dan bijaksana
memanfaatkan karunia pemberian Tuhan Y.M.E berupa negara kepulauan. Ada
tiga agenda ke depan yang harus segera dilakukan. Pertama membuat
Kebijakan Kelautan Nasional (National Ocean Policy) yang payung hukum dan
roadmap untuk arah pembangunan nasional sektor kelautan; Kedua menyiapkan
Kebijakan Ekonomi Kelautan Nasional (National Ocean Economic Policy),
kebijakan ini merupakan roadmap yang menuntun penggunaan dan
pemanfaatan Ocean Resources (sumberdaya kelautan) yang didedikasikan
untuk kepentingan nasional yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan
rekyat; dan ketiga adalah Tata Kelola yang baik untuk kelautan (Ocean
Governance). Ocean Governance ini merupakan panduan atau code of conduct
dalam pengelolaan kelautan secara holistik.
Peringatan hari Nusantara tahun ini mengambil tema: “ Laut Sebagai
Ruang Hidup dan Ruang Juang Bangsa Indonesia Untuk Kesejahteraan
Rakyat.” Dengan tema ini memaknai kita bahwa laut nusantara dapat dijadikan
sebagai pilar utama ekonomi bangsa. Dalam kesempatan ini saya ingin
mengajak segenap bangsa Indonesia menatap ke depan, di mana terdapat
peluang bagi kita untuk mewujudkan suatu cita-cita besar, sebagai suatu negara
yang kuat, maju dan mandiri di bidang Kelautan.
Saudara-saudara sekalian,
Kita sadari bersama, bahwa masyarakat pesisir dan kelautan dikategorikan
sebagai masyarakat miskin. Olehnya Departemen yang saya pimpin, untuk 5
tahun ke depan telah merumuskan suatu visi, yaitu: “INDONESIA PENGHASIL
PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN TERBESAR 2015”. DKP mengemban
misi “MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT KELAUTAN DAN PERIKANAN”.
DKP selama lima tahun ke depan program kerjanya lebih fokus pada upaya
untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia umumnya, dan khususnya bagi
para pemangku kepentingan di laut dan perikanan.
Saudara-saudara yang berbahagia,
Melalui peringatan Hari Nusantara tahun ini, saya mengajak kepada
semuanya; untuk dijadikan momentum untuk lebih maju ke depan melalui
kelautan. Marilah kita jaga keutuhan NKRI agar dapat berjaya, bermartabat,
duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan negara-negara terkemuka di
dunia. Jadikanlah masyarakat dan bangsa Indonesia makmur dan sejahtera.
Dirgahayu Nusantara, Jaya Indonesiaku.
Sekian dan terima kasih.
Wassalammualaikum warramatullahi wabarokatuh.
Jakarta, 13 Desember 2009
Menteri Kelautan dan Perikanan
Selaku Ketua Umum Panitia
Peringatan Hari Nusantara Tingkat Nasional Ke-10
Tahun 2009
ttd
Fadel Muhamad
Senin, 30 November 2009
TOLONG Dikoreksi
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Honorable jury
Honorable my brother and sister madya praja.
And he expressed POSITIVE. Her heart almost stopped. He doesn’t believe what he read. His min was dark. His tears trickle. He was already dead. “how could this happen? I never done that big sin. Never ! his cries attended by some body nort far from he stand. His hard study is vin. His mater degree is vain. His life is vain.
That is one excerpt from a Islamic novel . in that novel, told that one figure expressed positive for AIDS by the hospital. We can see future of the figure who suffer AIDS.
Acquired immune deficiency syndrome or acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) is a disease of the human immune system caused by the human immunodeficiency virus (HIV). This condition progressively reduces the effectiveness of the immune system and leaves individuals susceptible to opportunistic infections and tumors. HIV is transmitted through direct contact of a mucous membrane or the bloodstream with a bodily fluid containing HIV, such as blood, semen, vaginal fluid, preseminal fluid, and breast milk. This transmission can involve anal, vaginal or oral sex, blood transfusion, contaminated hypodermic needles, exchange between mother and baby during pregnancy, childbirth, breastfeeding or other exposure to one of the above bodily fluids
In simple terms, we can interpret AIDS is there are something who have damaged immune system so that we are prone to various diseases. Until now, at least 60 million people infected by HIV and 25 million died of cased associated with this deadly wirus. The number of people living with HIV/AIDS in Indonesia was dominated by men. Which amounted 3 times higher than woman. Until September 2009 there were 18.442 cases of HIV/AIDS.
The government, in this case Health Department continues their program for response AIDS. Last statement about AIDS is that ARV as a impermanent drugs for people with HIV/AIDS. In addition to ARV, we can not forget role of traditional medicine in the treatment or response danger of AIDS. One of the famous name is VCO. Research result show that MCFA, which Lauric acid and acid kaprat, can kill HIV in culture in the laboratory. Obtained information that the people who have AIDS infections decrease the power of the virus after eating coconuts and drinking santannya. Materials merit reduce HIV infection is Monolaurin. Monolaurin will separate the viral membrane in a way to weaken until the end regardless.
One of the government action is condom campaign. Is this right to overcoming the spread of AIDS?
Use condoms is not the answer to overcome the transmission of HIV virus. This intrauterine device just made the problem of sexually transmitted diseases worse. This occurs because with the campign then the perpetrators of free sex assume that what they would do after geeting condom is legalized by the government.
Scientifically, condoms are made of rubber or latex base, namely the polymerization of hydrocarbons, which means having fiber and porous. By using electron microscopy, visible every pore size 70 microns, which is 700 times larger than the size of HIV, which is only 0.1 microns in diameter. In addition, condom users are more easily infected with or transmit for condoms during the manufacturing process the holes are formed. Moreover, condoms are sensitive to hot and cold temperatures, so 36-38 percent can not actually used
Action should be done to prevent AIDS is increase the piety to Almighty God. Religioan we profess can prevent us from doing the things that lead to adultery even. In islam approach sex is forbidden.
AIDS can happen to anybody, the poor baby, Furqon who have master degree, an us.
my speech so much and please excuse the lack of.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Honorable jury
Honorable my brother and sister madya praja.
And he expressed POSITIVE. Her heart almost stopped. He doesn’t believe what he read. His min was dark. His tears trickle. He was already dead. “how could this happen? I never done that big sin. Never ! his cries attended by some body nort far from he stand. His hard study is vin. His mater degree is vain. His life is vain.
That is one excerpt from a Islamic novel . in that novel, told that one figure expressed positive for AIDS by the hospital. We can see future of the figure who suffer AIDS.
Acquired immune deficiency syndrome or acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) is a disease of the human immune system caused by the human immunodeficiency virus (HIV). This condition progressively reduces the effectiveness of the immune system and leaves individuals susceptible to opportunistic infections and tumors. HIV is transmitted through direct contact of a mucous membrane or the bloodstream with a bodily fluid containing HIV, such as blood, semen, vaginal fluid, preseminal fluid, and breast milk. This transmission can involve anal, vaginal or oral sex, blood transfusion, contaminated hypodermic needles, exchange between mother and baby during pregnancy, childbirth, breastfeeding or other exposure to one of the above bodily fluids
In simple terms, we can interpret AIDS is there are something who have damaged immune system so that we are prone to various diseases. Until now, at least 60 million people infected by HIV and 25 million died of cased associated with this deadly wirus. The number of people living with HIV/AIDS in Indonesia was dominated by men. Which amounted 3 times higher than woman. Until September 2009 there were 18.442 cases of HIV/AIDS.
The government, in this case Health Department continues their program for response AIDS. Last statement about AIDS is that ARV as a impermanent drugs for people with HIV/AIDS. In addition to ARV, we can not forget role of traditional medicine in the treatment or response danger of AIDS. One of the famous name is VCO. Research result show that MCFA, which Lauric acid and acid kaprat, can kill HIV in culture in the laboratory. Obtained information that the people who have AIDS infections decrease the power of the virus after eating coconuts and drinking santannya. Materials merit reduce HIV infection is Monolaurin. Monolaurin will separate the viral membrane in a way to weaken until the end regardless.
One of the government action is condom campaign. Is this right to overcoming the spread of AIDS?
Use condoms is not the answer to overcome the transmission of HIV virus. This intrauterine device just made the problem of sexually transmitted diseases worse. This occurs because with the campign then the perpetrators of free sex assume that what they would do after geeting condom is legalized by the government.
Scientifically, condoms are made of rubber or latex base, namely the polymerization of hydrocarbons, which means having fiber and porous. By using electron microscopy, visible every pore size 70 microns, which is 700 times larger than the size of HIV, which is only 0.1 microns in diameter. In addition, condom users are more easily infected with or transmit for condoms during the manufacturing process the holes are formed. Moreover, condoms are sensitive to hot and cold temperatures, so 36-38 percent can not actually used
Action should be done to prevent AIDS is increase the piety to Almighty God. Religioan we profess can prevent us from doing the things that lead to adultery even. In islam approach sex is forbidden.
AIDS can happen to anybody, the poor baby, Furqon who have master degree, an us.
my speech so much and please excuse the lack of.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kamis, 10 September 2009
Kenapa memilih IPDN
Alhamdulillah. Hari ini akhirnya saya bisa bercerita lagi. 1 bulan yg lalu tepatnya tanggal 1 agustus 2009 saya telah memili Program Studi Pendidikan Dokter UNTAD sebagai fase hidupku berikutnya. 6 hari saya tinggal di Palu, naik ojek dan taksi ke UNTAD untuk menyelesaikan proses daftar ulang disana. Disana juga saya untuk terakhir kalinya sampai sekarang melakukanya dengan sepenuh fasilitas yang tersembunyi oleh sepupuku. Tibalah hari kepulanganku, dengan bis kecil kemudian mulai perjalanan ke Mamuju.
CAPEK to be continue
CAPEK to be continue
Selasa, 08 September 2009
Selasa, 16 Juni 2009
JK “Telanjangi” SBY… di Aceh, Keprihatinan terhadap Kejujuran
Alhamdulillah 2nd post.
Dalam putaran kampanye JK-Win di Aceh, Sabtu, 13 Juni 2009, JK dengan sadar dan sejujurnya mengatakan bagaimana peran dia dalam menghadirkan damai di bumi Aceh NAD. Dan dia juga mengatakan bagaimana peran presiden dalam waktu itu. Baca, http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/13/1258380%20/ya.ampun….jk.quottelanjangiquot.sby
Dari ratusan komentar yang masuk, sebagian memang tidak siap untuk menerima “kejujuran walaupun kadang pahit” untuk pasangan capres-cawapres yang mereka idolakan selama ini, dengan mengatakan bahwa hal ini “tidak fair, tidak mendidik, menyindir, bahkan menelanjangi” SBY sebagai presiden. Dan mereka tidak mau, hal-hal seperti itu diketahui oleh masyarakat luas di Indonesia. Mereka hanya mau apa yang terbaik yang dilakukan oleh Pemerintah SBY-JK selama 4,5 tahun ini, semuanya adalah hasil perbuatan dan kerja keras dari SBY sendiri, walaupun SBY hanya manggut-manggut menerima laporan perkembangan dari proses damai Aceh NAD, tanpa memberikan komentar yang berarti.
Bangsa kita memang bangsa yang belum mau menerima kejujuran apa adanya, walaupun bisa menerima dengan lantang jargon politik SBY “mari kita berantas korupsi, kolusi, nepotisme di muka bumi Indonesia”. Bukankah inti dari jargon politik SBY tersebut adalah kejujuran ???
Kalau semua bangsa ini jujur dengan semua peran yang mereka emban, mungkin tidak akan ada lagi yang namanya binatang korupsi, kolusi, dan nepotisme di bumi Indonesia ini. Tatkala JK memberikan testamen kejujuran di bumi dimana dia dan hanya dengan istrinya yang berusaha keras membuat perdamaian di Aceh, mereka yang tidak suka dengan JK dan yang suka dengan SBY langsung protes.
Janganlah kita jadi bangsa yang bisa dininabobokan oleh janji-janji pemimpin kita, janganlah kita jadi bangsa yang dibodohi oleh pemimpin-pemimpin kita. Jadilah anak bangsa yang kritis terhadap pemimpinnya, supaya kita bisa menjadi bangsa yang mandiri.
Dalam putaran kampanye JK-Win di Aceh, Sabtu, 13 Juni 2009, JK dengan sadar dan sejujurnya mengatakan bagaimana peran dia dalam menghadirkan damai di bumi Aceh NAD. Dan dia juga mengatakan bagaimana peran presiden dalam waktu itu. Baca, http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/13/1258380%20/ya.ampun….jk.quottelanjangiquot.sby
Dari ratusan komentar yang masuk, sebagian memang tidak siap untuk menerima “kejujuran walaupun kadang pahit” untuk pasangan capres-cawapres yang mereka idolakan selama ini, dengan mengatakan bahwa hal ini “tidak fair, tidak mendidik, menyindir, bahkan menelanjangi” SBY sebagai presiden. Dan mereka tidak mau, hal-hal seperti itu diketahui oleh masyarakat luas di Indonesia. Mereka hanya mau apa yang terbaik yang dilakukan oleh Pemerintah SBY-JK selama 4,5 tahun ini, semuanya adalah hasil perbuatan dan kerja keras dari SBY sendiri, walaupun SBY hanya manggut-manggut menerima laporan perkembangan dari proses damai Aceh NAD, tanpa memberikan komentar yang berarti.
Bangsa kita memang bangsa yang belum mau menerima kejujuran apa adanya, walaupun bisa menerima dengan lantang jargon politik SBY “mari kita berantas korupsi, kolusi, nepotisme di muka bumi Indonesia”. Bukankah inti dari jargon politik SBY tersebut adalah kejujuran ???
Kalau semua bangsa ini jujur dengan semua peran yang mereka emban, mungkin tidak akan ada lagi yang namanya binatang korupsi, kolusi, dan nepotisme di bumi Indonesia ini. Tatkala JK memberikan testamen kejujuran di bumi dimana dia dan hanya dengan istrinya yang berusaha keras membuat perdamaian di Aceh, mereka yang tidak suka dengan JK dan yang suka dengan SBY langsung protes.
Janganlah kita jadi bangsa yang bisa dininabobokan oleh janji-janji pemimpin kita, janganlah kita jadi bangsa yang dibodohi oleh pemimpin-pemimpin kita. Jadilah anak bangsa yang kritis terhadap pemimpinnya, supaya kita bisa menjadi bangsa yang mandiri.
Ya Ampun... JK "Telanjangi" SBY
Alhamdulillah bisa posting lagi.
BANDA ACEH, KOMPAS.com — Calon Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Wakil Presiden RI, "menelanjangi" peranan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, baik di saat perundingan damai Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), maupun di masa sebelumnya saat menjadi Menko Politik dan Keamanan.
Dalam kampanye dialogis di hadapan sekitar 1.000 pendukung dan kader Partai Golkar di gedung Sarana Kebudayaan Anjung Monmata di Jalan SA Mahmudsyah, Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sabtu (13/6) siang tadi, tanpa menyebut dan juga menyebut "presiden" atau "pemimpin" saja, Kalla menceritakan hal itu dengan gamblang tentang peranan Presiden SBY.
Meskipun tanpa menyebut nama, publik bisa mengetahui siapa yang dimaksud oleh Kalla. Saat Kalla memaparkan tanpa menyebut nama, tetapi hanya menyebut "pemimpin" dan "presiden", Kalla menggambarkan penolakan presiden untuk menandatangani setiap masalah yang dirundingkan dalam perdamaian damai, seperti soal pendirian partai lokal.
"Coba periksa, tidak ada tanda tangan siapa pun kecuali tanda tangan saya di dalam perjanjian perdamaian Helsinki itu. Saya pernah minta untuk ditandatangani soal pendirian partai lokal, akan tetapi presiden tidak mau. Akhirnya, saya yang menandatangani dengan segala risiko setelah 10 kali membacakan Surat Yassin bersama istri saya," ungkapnya.
Kemudian, Kalla juga menyatakan soal presiden yang disebutnya hanya manggut-manggut saat dilapori soal perkembangan perundingan damai Aceh. "Semua yang saya lakukan terkait perundingan damai Aceh itu, sepengetahuan Presiden. Dan, itu saya laporkan. Waktu saya laporkan, beliau biasanya manggut-manggut. Pemimpin itu cukup mengangguk-angguk saja. Presiden kita bagus karena tidak pernah menolak, meskipun juga tidak pernah memberikan pengarahan (soal perundingan)," ungkap Kalla.
Kalla selanjutnya juga menceritakan peranan SBY di kala pemberlakuan Darurat Sipil di Aceh. Sebaliknya, ia juga seperti mengklarifikasi siapa yang menandatangani Darurat Sipil di Aceh pada waktu itu. "Bukan kami (yang keluarkan). Kami waktu itu Menko Kesra. Ada teman saya yang meneken darurat sipil waktu itu. Kalau Pak Wiranto (pasangannya sebagai cawapres), justru yang mencabut Daerah Operasi Militer (DOM), dan minta maaf atas Aceh," lanjut Kalla.
Pada bagian lain, Kalla juga menyinggung tentang hadiah nobel yang diharapkan seseorang terkait dengan perundingan damai di Aceh. "Hadiah yang tertinggi dari perundingan damai itu adalah yang datang dari Allah SWT. Bukan nobel. Tidak tahu, kalau ada orang yang mengharapkan hadiah nobel itu," demikian dikatakan Kalla
BANDA ACEH, KOMPAS.com — Calon Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Wakil Presiden RI, "menelanjangi" peranan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, baik di saat perundingan damai Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), maupun di masa sebelumnya saat menjadi Menko Politik dan Keamanan.
Dalam kampanye dialogis di hadapan sekitar 1.000 pendukung dan kader Partai Golkar di gedung Sarana Kebudayaan Anjung Monmata di Jalan SA Mahmudsyah, Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sabtu (13/6) siang tadi, tanpa menyebut dan juga menyebut "presiden" atau "pemimpin" saja, Kalla menceritakan hal itu dengan gamblang tentang peranan Presiden SBY.
Meskipun tanpa menyebut nama, publik bisa mengetahui siapa yang dimaksud oleh Kalla. Saat Kalla memaparkan tanpa menyebut nama, tetapi hanya menyebut "pemimpin" dan "presiden", Kalla menggambarkan penolakan presiden untuk menandatangani setiap masalah yang dirundingkan dalam perdamaian damai, seperti soal pendirian partai lokal.
"Coba periksa, tidak ada tanda tangan siapa pun kecuali tanda tangan saya di dalam perjanjian perdamaian Helsinki itu. Saya pernah minta untuk ditandatangani soal pendirian partai lokal, akan tetapi presiden tidak mau. Akhirnya, saya yang menandatangani dengan segala risiko setelah 10 kali membacakan Surat Yassin bersama istri saya," ungkapnya.
Kemudian, Kalla juga menyatakan soal presiden yang disebutnya hanya manggut-manggut saat dilapori soal perkembangan perundingan damai Aceh. "Semua yang saya lakukan terkait perundingan damai Aceh itu, sepengetahuan Presiden. Dan, itu saya laporkan. Waktu saya laporkan, beliau biasanya manggut-manggut. Pemimpin itu cukup mengangguk-angguk saja. Presiden kita bagus karena tidak pernah menolak, meskipun juga tidak pernah memberikan pengarahan (soal perundingan)," ungkap Kalla.
Kalla selanjutnya juga menceritakan peranan SBY di kala pemberlakuan Darurat Sipil di Aceh. Sebaliknya, ia juga seperti mengklarifikasi siapa yang menandatangani Darurat Sipil di Aceh pada waktu itu. "Bukan kami (yang keluarkan). Kami waktu itu Menko Kesra. Ada teman saya yang meneken darurat sipil waktu itu. Kalau Pak Wiranto (pasangannya sebagai cawapres), justru yang mencabut Daerah Operasi Militer (DOM), dan minta maaf atas Aceh," lanjut Kalla.
Pada bagian lain, Kalla juga menyinggung tentang hadiah nobel yang diharapkan seseorang terkait dengan perundingan damai di Aceh. "Hadiah yang tertinggi dari perundingan damai itu adalah yang datang dari Allah SWT. Bukan nobel. Tidak tahu, kalau ada orang yang mengharapkan hadiah nobel itu," demikian dikatakan Kalla
Langganan:
Postingan (Atom)
